Posts Tagged ‘sombong’

Kasih itu sederhana.

Pas dengar ungkapan kalo ‘kalo kasih itu harus sederhana alias tidak sombong’ waktu kali pertama bingung juga. Tapi yang aku ngerti sih sederhana aja, kalo aku mati-matian berjuang ingin tampil WAH di depan pacar, bela-belain ngebohong ke ortu demi penampilan biar keliatan lebih WAH dimatanya, berarti cinta kasihku belaka dan sombong. Kalo punya sikap kayak gitu aku bisa capek sendiri, repyyottt sendiri!

Trus ada juga yang bilang kalo memang aku  punya tali kasih,  yah harus bisa merendah, jangan belagu, jangan sok tahu, dan jangan merasa tidak mau kalah alias selalu ingin paling gimana getooo. Kalo emang ada tali kasih pasti bisa nerima apa adanya! Harus bisa nerima apa adanya !

Mencegah kesombongan

Posted: October 7, 2010 in Wisdom
Tags:

Banyak sekali kesempatan atau kemungkinan untuk menjadi      sombong dalam hidup ini. Masalah status, pekerjaan, kekayaan, ilmu pengetahuan atau apapun kelebihan kita dapat membuat kesombongan menjadi muncul dalam diri ini.

Seorang bijak berkata,

”… aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.”

Ada sebuah kisah menarik tentang kesombongan:

Seorang cendekiawan menumpang perahu di sebuah danau. Ia bertanya pada tukang perahu:

Cendekiawan: “Sobat, pernahkah anda mempelajari Matematika?”

Tukang Perahu: “Tidak”

Cendikiawan: “Sayang sekali, berarti Anda telah kehilangan lagi seperempat dari kehidupan Anda. Atau barangkali Anda pernah mempelajari ilmu Filsafat?”

Tukang Perahu: “Itu juga tidak”

Cendikiawan: “Dua kali sayang, berarti Anda telah kehilangan lagi seperempat dari kehidupan Anda. Bagaimana dengan sejarah ?”

Tukang Perahu: “Juga tidak”

Cendikiawan: “Artinya, seperempat lagi kehidupan Anda hilang”

Tiba-tiba angin bertiup kencang dan terjadi badai. Danau yang tadinya tenang menjadi bergelombang, perahu yang ditumpangi merekapun oleng.

Cendikiawan itu pucat ketakutan. Dengan tenang tukang perahu itu bertanya:

Tukang Perahu: “Apakah Anda pernah belajar berenang?”

Cendikiawan: “Tidak”

Tukang Perahu: “Sayang sekali, berarti Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda”

Jadi, bagaimana, masih mau bersombong diri dengan apa yang kita miliki, padahal kelebihan kita itu ternyata tak berarti dibandingkan hal kecil punya orang lain?