Posts Tagged ‘nasehat’

Kesuksesan seorang pemimpin sering ditentukan oleh siapa yang ada di dekatnya. Baik itu suami/isteri, orangtua, ataupun sahabat-sahabat dekat yang menjadi kepercayaan dan berada di lingkaran dalam (inner circle)-nya. Karena ‘bisnis’ seorang pemimpin adalah membuat keputusan dari hari ke hari, maka pemimpin yang baik tak bisa bekerja sendiri. Ia memerlukan banyak nasihat dan masukan orang lain. Semakin positif dan berkualitas nasihat yang diberikan, maka semakin bermutu juga keputusan dan karakter kepemimpinannya.

Seorang bijak bilang:

”… Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.”

 Sudah banyak kita dengar, orang-orang besar jatuh karena nasihat orang dekatnya. Seorang pemimpin besar harus lengser gara-gara terlalu memenuhi hasrat isteri dan anak-anaknya. Ada juga presiden jatuh karena mendengar bisikan tukang pijitnya. Sebaliknya, ada pula pemimpin yang langgeng berkuasa karena punya orang-orang pilihan dari berbagai bidang.

Jadi, siapakah penasihatmu dalam mengambil keputusan. Apakah ia bisa dipercaya, atau justru membawamu ke pikiran yang negatif?

Advertisements

Kadang kita jadi sebel kalo mendengarkan petuah ortu yang panjang lebar seperti tak pernah berhenti berbunyi. Apa saja yang kita lakukan sepertinya salah melulu, sebenarnya apa sih maunya?

Asal tahu saja, Thomas Alva Edison, seorang inovator terbesar di dunia, yang menciptakan sekitar 3000 penemuan dan 1.093 diantaranya telah dipatenkan, awalnya dianggap bodoh. Edison dilahirkan pada tanggal 11 Februari 1847 di Ohio, Amerika Serikat dari pasangan suami-Istri Samuel Ogden seorang tukang kayu dan Nancy Elliot seorang guru. Pada usia 7 tahun, Edison kecil dikeluarkan dari Sekolah karena menurut gurunya “terlalu bodoh” sehingga tidak mampu menerima pelajaran apa pun, dia pun sering dipanggil idiot oleh gurunya.

Sang ibu, Nancy Elliot memutuskan untuk berhenti sebagai guru dan kemudian berkonsentrasi mengajari Edison baca tulis dan hitung menghitung. “My mother was the making of me. She was so true, so sure of me; and I felt I had something to live for, someone I must not disappoint,” itu kata Edison melukiskan besarnya pengorbanan seorang ibu yang tak mau dikecewakannya.

Hhhmmm …..Akhirnya  kita mesti sadar, kalau apa yang dikatakan orangtua itu sebenarnya semua demi kebaikan kita. Tak ada satupun orangtua yang ingin anaknya celaka atau mengalami kesusahan di dunia ini. Karena itu, meski kadang nyebelin dan bikin bête, tak ada jeleknya kita dengar dan lakukan nasehat orangtua kita.

“… dengarkan  didikan ayahmu dan jangan sia-siakan ajaran ibumu.”

 Tentu, tak ada salahnya bersikap menurut pada orang tua kita?