Posts Tagged ‘kriminal’

Saya pernah menjalani hidup yang sia-sia tanpa disadari. Saya pikir, saya ini patuh, taat dan tertib menjalani hidup. Tidak melakukan tindak kriminal, hormat dan sayang kepada orangtua, menjalankan syariat beragama dan masih banyak lagi.

Sampai suatu hari saya menyadari kalau sejauh itu saya sebetulnya masih hidup sia-sia. Padahal saya tidak lepas dari ritual beribadah bahkan selalu membaca kitab suciNYA. Tapi koq bisa sia-sia? Ternyata membaca dan menjalankan ritual beribadah saja tidak cukup.

Mendengar, memegang teguh dan melakukan firman Tuhan adalah sikap takut akan Tuhan.

Akhirnya saya sadar kalau saya HARUS membaca kitab suciNYA sampai betul-betul mengerti pemahamannya, setelah itu baru saya BISA mendengar perintahNYA, kemudian MENGERTI aturan mainNYA.

Nah, kalau sudah begitu baru saya bisa menyadari bagaimana harus memegang teguh firmanNYA dan menjalankan firman tersebut dengan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari bahkan sampai orang lain pun bisa merasakan ada pancaran Ilahi melalui tindak tanduk kita dalam banyak hal.

Advertisements

Modus kejahatan jaman sekarang semakin bervariasi. Antara penjahat dan penegak keamanan berlomba-lomba mengasah taktik dan strategi terbaiknya. Apa yang sering kita dengar dan lihat? Penjahat atau penegak keamanan ‘kah yang menang?

Saya sih seringnya melihat penjahatlah yang menang. Tapi itu tidak mengubah pendirian saya. Saya tetap ingin berada di jalan yang benar. Apapun godaannya. Saya bisa melawan godaan itu. Saya tidak mau lemah!!

Para penjahat boleh menang di dunia tetapi tidak akan menang saat kematiannya tiba. Memang, mereka tidak peduli dengan kematian.

Sudah sering bukan mendengar pepatah “Sepandai-pandainya tupai meloncat, suatu hari masih tetap akan mengalami jatuh pula.”

Jatuhnya atau robohnya seorang penjahat bisa terjadi di dunia ataupun tidak terjadi sama sekali alias lolos waktu di dunia. Tetapi tak ada seorang penjahat pun yang bisa lolos saat menghadapi kematian. Tidak ada penjahat yang bisa melawan Tuhan.

Penjahat akan dirobohkan oleh kejahatannya sedangkan  orang yang benar justru dilindungi karena ketulusannya bahkan dilindungi oleh Tuhan.**