Posts Tagged ‘kendali’

Aku gak gimana masa depanku – bahkan apa yang bakal terjadi sejam mendatang pun aku gak tau!

KARAKTER YANG BAIK ADALAH JAMINAN TERBAIK DALAM HIDUP.

Akhirnya, aku pilih cara gini aja …..melindungi diriku dan keluargaku semampuku trus aku coba ngasih hari esokku ama Pemilik Bumi Langit alias Tuhan. Habis mau gimana lagi coba. Banyak banget hal-hal yang ada di luar kemampuan kendali diri sendiri.  Lagian udah aku coba untuk mengendalikan ini itu sekuat tenaga, berhasil sih berhasil …tapi dibalik semuanya itu, asli capek degh!! Koq kayak diperbudak sama banyak hal.

SO, aku milih melepaskan beban untuk kontrol ini dan itu sama yang ciptakan aku aja deh.

Biar berhasil kalo capek melulu dan jadi diperbudak kayaknya aku gak enjoy, no way akh! So aku milih berdoa, rajin membaca firmanNya dan mencoba mengikuti perintahNya yang ada dalam firmanNya itu.

 Sambil belajar ….tanpa aku sadari sebetulnya aku jadi belajar mengenalNya, siapa Dia, dan walhasil ….. Karunia dan BerkahNya justru bikin aku bisa jadi punya cinta kasih, tenang, sabar, sedikit lembut dan sedikit berbijak. Yah sedikit lah …sedikit-sedikit aja dulu ……ntar lama-lama juga kan berkembang!

So memilih membangun karakter itu kuncinya mengenal Tuhan, berserah sepenuhnya dan ngikutin mauNya!

Kasih itu tidak cemburu

Gak mudah sih untuk tidak cemburu sama pasangan. Rasa cemburu itu pasti ada sejak dari hubungan berteman, berpacaran, bertunangan sampai menikah. Cemburu kepada keluarga dan teman baik pun bisa terjadi, karena itulah sifatnya manusia yang terbatas.

Aku bisa bersabar untuk tidak cemburu tapi sabarku juga ada batasnya. Trus, gimana caranya tuh koq bisa yah ada orang yang pasangannya amit-amit tapi tetap bersabar dan tidak cemburu trus tidak lama kemudian justru pasangannya jadi sadar, minta maaf bahkan bertobat dan menjadi super setia? Nah loh ……

Usut punya usut, ternyata mereka yang bisa memenangkan sebuah hubungan yang langgeng, aman, adem dan ayem itu modalnya cinta kasih dari Tuhan. Mereka yang menang sabar itu karena lebih meminta Tuhan yang mengontrol hidupnya dan menyerahkan laku hidupya sepenuhnya ke dalam kuasaNYA karena kita gak bisa mengontrol dan mengawasi pasangan 7 hari 24 jam penuh, gitu katanya …..

Menjaga amarah

Posted: September 15, 2010 in Motivation
Tags: , , , , , , ,

Mari belajar mengendalikan diri karena kunci sukses menguasai dunia adalah dengan menguasai emosi

Musuh paling utama kita adalah diri kita sendiri. Setuju, nggak?

Ini jugalah masalah yang sehari-hari saya alami. Hidup di kota besar, dengan segudang permasalahannya –mulai kemacetan lalu-lintas, ribetnya pekerjaan, konflik rumahtangga, dan lain-lain- membuat kemampuan menahan amarah dari bangun tidur hingga tidur malam, menjadi sebuah tantangan besar.

Baru keluar rumah saja, rasanya sudah kepengen berteriak kepada pengendara motor lain yang memotong jalan di tengah kemacetan. Atau kepada sopir metro mini atau angkot yang ngetem menunggu penumpang di tengah jalan sehingga membuat ruas jalan makin sempit. Tapi, seharusnya, memang tidak baik jadi orang yang gampang emosi menjadi gampang mendidih, dilengkapi sumpah serapah menyebut isi kebun binatang. Tidak apik itu, bagi kesehatan jiwa sendiri dan pandangan orang lain.

Ada teladan menarik dari, Dwight D. Eisenhower, Komandan Tertinggi Pasukan Sekutu, yang pada ada 1944 menjadi orang paling berkuasa di atas bumi. Di bawah otoritas Jenderal dengan sapaan “Ike” itu, pasukan amfibi terbesar yang pernah ada dipersiapkan untuk membebaskan benua Eropa yang dicengkeram oleh Nazi.   

Namun, banyak orang yang tidak tahu  kalau Ike punya pengalaman buruk di masa kecilnya. Ia sering berkelahi di sekolah. Syukurlah ia mempunyai seorang ibu yang penuh kasih dan mengajarinya hal yang baik setiap kali kemarahan Ike meledak-ledak, Sang ibu kerap menasehatinya, “Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” Bertahun-tahun kemudian, Eisenhower menulis, “Aku selalu mengingat kembali percakapan itu sebagai salah satu peristiwa yang paling berharga di dalam hidupku.” Dengan belajar mengendalikan kemarahannya, Eisenhower dapat bekerja sama secara efektif dengan orang lain.

Jadi, ayuk dong, belajar mengendalikan amarah, biar bisa jadi orang yang bisa me-manage diri sendiri dan syukur-syukur dipercaya memimpin banyak orang karena kemampuan emosi kita bisa diandalkan.