Posts Tagged ‘karakter’

Kesuksesan seorang pemimpin sering ditentukan oleh siapa yang ada di dekatnya. Baik itu suami/isteri, orangtua, ataupun sahabat-sahabat dekat yang menjadi kepercayaan dan berada di lingkaran dalam (inner circle)-nya. Karena ‘bisnis’ seorang pemimpin adalah membuat keputusan dari hari ke hari, maka pemimpin yang baik tak bisa bekerja sendiri. Ia memerlukan banyak nasihat dan masukan orang lain. Semakin positif dan berkualitas nasihat yang diberikan, maka semakin bermutu juga keputusan dan karakter kepemimpinannya.

Seorang bijak bilang:

”… Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.”

 Sudah banyak kita dengar, orang-orang besar jatuh karena nasihat orang dekatnya. Seorang pemimpin besar harus lengser gara-gara terlalu memenuhi hasrat isteri dan anak-anaknya. Ada juga presiden jatuh karena mendengar bisikan tukang pijitnya. Sebaliknya, ada pula pemimpin yang langgeng berkuasa karena punya orang-orang pilihan dari berbagai bidang.

Jadi, siapakah penasihatmu dalam mengambil keputusan. Apakah ia bisa dipercaya, atau justru membawamu ke pikiran yang negatif?

Advertisements

Marah bikin kamu lebih kecil, tapi maaf maksa kamu tuk tumbuh di luar kondisi kamu sebelumnya.

Pas nemu ini quote langsung aku KLIK, aku `milih mau hidup tumbuh besar melebihi dari sikon saat ini. Kayaknya rugi banget atau bakal sia-sia kale kalo hidup kita makin kerdil aja. Gak mau aku kudu hidup kerdil tanpa pertumbuhan yang berarti.

Pertumbuhan hidup itu bukan saja ditandai secara body tapi lebih kepada arti pertumbuhan soul. Jangan sampai body kita tumbuh besar, cantik, tampan, indah dan enak dilihat tapi soul alias karakter kita kerdil, duh gengsi ‘kan?

Di era serba plastik ini, muka pun bisa dirombak gaya plastik dengan pilihan alat cetak teknologi medis. Kalau memang minat merombaknya, itu kan pilihan. Tapi kalau cacat karakter, gak bisa dirombak dengan teknologi apapun. Sepintar-pintarnya menyembunyikan bangkai tokh pada akhirnya akan tetap tercium juga.

Aku milih maaf-memaafkan daripada marah. Marah cuman bikin aku capek dah, dan gak ada hasilnya. Gak mau aku sia-siakan kesempatan selagi masih ada umur untuk maaf-memaafkan, terutama minta maaf dariNYA Yang Diatas.