Posts Tagged ‘hadiah’

September 23

Posted: September 23, 2010 in QUOTE Gallery
Tags: , , , , ,

Advertisements

Maaf itu bukan hadiah buat orang lain, ini benar-benar untuk diri kita sendiri.

Suatu hari seorang guru mengatakan kepada seluruh anak didiknya untuk membawa tas plastik yang tembus pandang dan sekarung kecil kentang mentah  ke sekolah. Setiap murid yang punya pengalaman hidup menolak meminta maaf atau memaafkan, mereka harus memilih dan mengambil sebuah kentang dengan ditulisi nama dan tanggal dan dimasukan ke dalam tas platik yang trasnparan itu. Beberapa tas plastik mereka ada yang cukup berat karena banyaknya pengalaman dan kentang yang harus diambil.

Mereka kemudian diminta membawa tas plastik berisi kentang mentah itu membawanya kemana pun mereka pergi selama seminggu, ditaruh disamping tempat tidur pada malam hari, di mobil saat bepergian, di atas meja belajar … pokoknya di manapun, kemana pun.

Ribetnya membawa tas kentang  ke mana-mana membuat mereka jadi berpikir jernih bahwa itulah beratnya beban yang harus dibawa-bawa secara spiritual, dan bagaimana mereka harus memberikan perhatian setiap saat supaya tidak lupa dan selalu di bawa ke mana-mana.

Secara alami, kondisi kentang pun semakin membusuk menimbulkan bau yang kurang sedap. Ini adalah sebuah metafor beratnya beban yang harus ditanggung bagi kesusahan dan sikap negatif diri kita sendiri! Sayangnya, sering kita berpikir kalau maaf itu hadiah buat orang lain, padahal sebetulnya buat diri kita sendiri!

Maaf, ini hadiah punyaku!

Posted: September 8, 2010 in TOP Quote
Tags: , , , , ,

Waktu jaman culun (…dooooh^^), sering banget beropini kalo ngemaafin atau minta maaf  tuh NO WAY banget, harga diri getoooo. Tapi kini, bisnis maaf-memaafkan justru jadi nomor satu. Why? Belajar dari pengalaman masa lalu. Tiba-tiba tuh, abis maaf-memaafkan kekuatan magis berasa banget, jadi PLONG abis.Trus hati jadi happy, pikiran juga gak mumet. Jalan gaul pun jadi gak buntu lagi. Hore!! Gaul lagi!

Sebenernya maaf tuh emang  hadiah buat kita sendiri. Gilaaaa banget! Sebelum maaf-memaafkan, ada  ganjelan – cemburu, sebel, ngiri, panas ati dll. Begitu maaf-maafan, berubah ….jadi seger!! Kalo kerennya sih kembali menjadi fitri.

Duh, rugi banget kalo kita nolak maaf memaafkan,  soalnya sama dengan nolak pemutihan tuk gaul!

Mohon ampun ama Yang Maha Kuasa juga sama, pasti diputihin lagi. Gak mau ‘kan buang kesempatan emas  tuh diputihin dari dosa?  Kalo gitu mending taubat,  biar diputihin dan dipulihin, bikin hidup jadi fitri!! Yah bukan cuman mikir gaul dunia, tapi juga gaul akhirat.