Posts Tagged ‘bijak’

Siapa yang tak kenal tokoh cerita Abunawas?  Pandai, bijak, luwes dan banyak akalnya. Keluwesan perangainya menyampaikan banyak akal bisa menyelamatkan dirinya dari jebakan lawan.

Apakah ada orang yang paling bijak di dunia ini? Jawabannya tidak ada. Sikap bijak itu datang dan tumbuh kalau kita mau mendengarkan nasihat-nasihat bijak yang Ilahi. Sekalipun nasihat itu datang dari seseorang yang kita tidak tahu – apakah dia bijak atau tidak, namun Tuhan yang akan membimbing kita ke arah yang pas, aman dan bijak.

Semakin kita sering membaca buku-buku berkonten Ilahi – baik itu kisah yang penuh inspirasi, motivasi dan hikmah, semakin kita akan terasah dengan sikap yang bijak. Dekatkanlah diri kita dengan Tuhan supaya mendapatkan hikmahNYA.

Jangan kamu percaya sama orang yang mengaku-ngaku dirinya bijak.  Carilah dan biarkan diri kita sendiri  mengalami  indahnya mengenal sikap bijak untuk kehidupan yang datang dari Tuhan. Kembalilah ke Tuhan – tanyakan segala sesuatu kepadanya, mintalah petunjukNYA.**

Advertisements

Kesuksesan seorang pemimpin sering ditentukan oleh siapa yang ada di dekatnya. Baik itu suami/isteri, orangtua, ataupun sahabat-sahabat dekat yang menjadi kepercayaan dan berada di lingkaran dalam (inner circle)-nya. Karena ‘bisnis’ seorang pemimpin adalah membuat keputusan dari hari ke hari, maka pemimpin yang baik tak bisa bekerja sendiri. Ia memerlukan banyak nasihat dan masukan orang lain. Semakin positif dan berkualitas nasihat yang diberikan, maka semakin bermutu juga keputusan dan karakter kepemimpinannya.

Seorang bijak bilang:

”… Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.”

 Sudah banyak kita dengar, orang-orang besar jatuh karena nasihat orang dekatnya. Seorang pemimpin besar harus lengser gara-gara terlalu memenuhi hasrat isteri dan anak-anaknya. Ada juga presiden jatuh karena mendengar bisikan tukang pijitnya. Sebaliknya, ada pula pemimpin yang langgeng berkuasa karena punya orang-orang pilihan dari berbagai bidang.

Jadi, siapakah penasihatmu dalam mengambil keputusan. Apakah ia bisa dipercaya, atau justru membawamu ke pikiran yang negatif?