Bencana banjir yang menerjang provinsi Queensland sudah memasuki 21 hari (Kamis-13/01). Wilayah yang terdampak banjir luasnya melebihi luasnya dua negara, yaitu Jerman dan Prancis disatukan. Bencana inipun diistilahkan sebagai tsunami daratan karena dahsyatnya gelombang air bukan berasal dari laut.

Bersamaan dengan bencana banjir Queensland, bencana tanah longsor juga menerjang Brasil. Sedikitnya 237 korban jiwa akibat tanah longsor di dekat Rio de Janeiro.

Kondisi para korban tentu saja membuat pilu setiap orang yang mempunyai hati nurani. Bencana seringkali membuat orang menjadi kacau atau stress bahkan hingga depresi. Tapi tidak sedikit juga, bencana membuat orang berubah.

Penderitaan panjang yang mengenaskan seringkali melahirkan kesabaran, tawakal dan hikmah besar yang luar biasa bagi orang-orang yang berakal budi dan punya hati nurani. Jadilah bagian dari orang-orang tersebut. Menghadapi cobaan dengan penuh harapan, bersuka cita saat berharap, bersabar dalam penantian dan berserah diri dengan segenap hati dalam setiap permohonan doa.

BManusia memang berakal tapi terbatas. Banyak hal yang berada di luar jangkauan kemampuan manusia. Hanya Tuhan yang bisa merehabilitasi dengan sempurna. Mintalah kepadaNYA.***

Advertisements

Modus kejahatan jaman sekarang semakin bervariasi. Antara penjahat dan penegak keamanan berlomba-lomba mengasah taktik dan strategi terbaiknya. Apa yang sering kita dengar dan lihat? Penjahat atau penegak keamanan ‘kah yang menang?

Saya sih seringnya melihat penjahatlah yang menang. Tapi itu tidak mengubah pendirian saya. Saya tetap ingin berada di jalan yang benar. Apapun godaannya. Saya bisa melawan godaan itu. Saya tidak mau lemah!!

Para penjahat boleh menang di dunia tetapi tidak akan menang saat kematiannya tiba. Memang, mereka tidak peduli dengan kematian.

Sudah sering bukan mendengar pepatah “Sepandai-pandainya tupai meloncat, suatu hari masih tetap akan mengalami jatuh pula.”

Jatuhnya atau robohnya seorang penjahat bisa terjadi di dunia ataupun tidak terjadi sama sekali alias lolos waktu di dunia. Tetapi tak ada seorang penjahat pun yang bisa lolos saat menghadapi kematian. Tidak ada penjahat yang bisa melawan Tuhan.

Penjahat akan dirobohkan oleh kejahatannya sedangkan  orang yang benar justru dilindungi karena ketulusannya bahkan dilindungi oleh Tuhan.**

Tahun Baru = Harapan Baru. Semangat begitu menggebu-gebu di awal tahun,  sampai ditulis tekad apa yang akan dilakukan di tahun ini. Pas masuk pertengahan tahun semangat mulai berkurang, biasa-biasa saja atau bahkan hampir nyerah karena tidak melihat ada harapan?!

Pernahkah mengalami hal seperti itu?! Jangan nyerah!!

Ayo kita mengolah akal sehat yang sudah Tuhan berikan. Tuhan memberikan sesuatu bukan tanpa sebab dan alasan. Pakailah akal dan otak yang sudah diberikanNya. Kita memang harus berpikir dan berjiwa besar untuk mencari masa depan. Jangan sampai otak dan akal sehat kita melayang sia-sia karena tidak dipakai untuk kebenaran dan hal-hal yang positif.

Masa depan itu selalu ada dan harapanmu tidak akan hilang selama kita mengandalkan Tuhan Yang Maha Agung sambil terus bekerja keras dan tidak mudah menyerah.

Coba tanyakan pada diri kita sendiri, apakah kita sudah mengalami perubahan? Bandingkan perubahan yang kita alami, siapa diri kita hari ini dengan tahun-tahun sebelumnya? Sekecil apapun perubahannya, itu sudah menunjukkan bahwa masa depan alias harapan sedang dalam proses, sedang dalam perjalanan! Sekecil apapun perubahan yang kita alami, syukurilah, karena itu pertanda kalau masa depan itu masih ada!!

Ngomong-ngomong soal masa depan, rasanya jarang sekali faktor hikmah diperhitungkan di jaman sekarang ini.

Faktor yang lebih menarik justru soal pendidikan, uang, kerabat dan keberuntungan. Memang faktor pendidikan itu penting, tapi berapa banyak orang yang berpendidikan sudah berada di posisi empuk tiba-tiba jatuh terpuruk hanya karena tergoda atau melakukan kesalahan  yang sepele. Atau  ada orang dengan gelar akademik berjejer namun tidak disegani bahkan makna bicaranya kosong karena kurang simpatik, sampai meruntuhkan keberadaannya. Iya ‘kan?!

Sementara di sisi lain, kita sering menjumpai orang yang pendidikannya pas-pasan, penampilannya biasa-biasa saja, tapi disegani dan banyak disukai orang, bahkan bisa bekerja di tempat yang tak masuk akal dan bos besar pun mempercayainya!

Itulah yang dinamakan faktor hikmah yang harus dicari untuk masa depan.  Dari mana kita bisa mendapatkan hikmah?

Hikmah hanya bisa diperoleh apabila kita mau mengikuti aturan main yang dibuat Sang Pencipta. Taat mengikuti perintahNya melalui firmanNya. Hikmah akan mengalir. Dengan berhikmah, pola hiduplebih  terarah, teratur dan stabil karena Tuhan selalu menyertainya.**

Pernah nggak punya pikiran seperti ini – iri melihat teman yang punya HP baru dengan merk termahal padahal sudah diberitahu oleh teman tersebut kalau HP itu diperoleh dengan cara memanipulasi uang untuk bayar biaya kuliah.

Jangan sampai iri ya dengan HP baru teman tersebut! Jauhkan sikap iri hati seperti itu!  Sebuah kata-kata bijak baru saja menambah kumpulan hikmah bagi H2I (Hikmah Hari Ini).

Janganlah iri hati sama orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah selalu sama Tuhan.

Tidak ada gunanya kita iri hati sama keberhasilan atau ketenaran atau ‘gaul’ orang lain yang diperoleh dengan jalan berdosa. Salah-salah, nanti kita ikut bermasalah. 

Kita hanya tidak tahu saja saat mereka bermasalah, karena mereka pandai menutupinya. Dan yang selalu harus diingat, kita boleh sembunyi dari mata dan telinga orang-orang tapi Tuhan Maha mengetahui. Percayalah, sepandai-pandainya tupai melompat, suatu hari juga mengalami jatuh dari lompatannya.**

Siapa sih yang gak punya keinginan? Setiap orang pasti punya keinginan, bahkan banyak pula keinginannya. Nah, apakah sikap seperti ini salah atau benar?

Terlepas dari salah atau benar, bisa tercapai atau tidak, ada baiknya kita berpegang pada H2I (Hikmah Hari Ini) yaitu:

Keinginan orang benar mendatangkan bahagia semata-mata, sedangkan harapan orang sesat mendatangkan murka.

So, apapun keinginan kita, sebaiknya kita teliti dan periksa sendiri.

Benar di sini bukan berarti karena ‘aku benar koq mau punya mobil, bukan main-main’ bukan seperti itu. Tapi benar di sini maksudnya punya sikap bersih, tulus, mengikuti perintah,  jalan dan kehendak Tuhan.

Atau contoh lain misalnya, kalau kita punya keinginan memberi supaya dipuji orang, keinginan mengganti HP karena biar lebih keren daripada orang lain, keinginan beli mobil dengan cara manipulasi, keinginan dapat nilai 100 dengan cara menyontek dll. Nah, keinginan seperti ini yang bisa menyesatkan dan menjadi murka.

Cepat atau lambat kita sendiri yang akan menanggung akibatnya.**

Hanya ada dua pilihan dengan harapan 2011 ini ‘sukses dan gagal’ ‘hidup dan mati’ ‘menang dan kalah’ ‘berdiri dan runtuh’ …masih banyak lagi. Umumnya semua pilihan jatuh dengan hal-hal yang berbau duniawi. Pada saat menghadapi kegagalan pun, beban psikologi yang terlintas justru beban duniawinya yang lebih dikuatirkan.

Saya baru menyadari adanya istilah gagal pada kematian melalui satu buku hikmah. Begini katanya,

Pengharapan orang sesat, akan gagal pada kematiannya sedangkan pengharapan orang jahat menjadi sia-sia.

Hikmah yang saya dapat melalui penjabarannya adalah orang-orang yang sesat dan jahat berlomba-lomba memenuhi kebutuhan duniawi dengan berbagai cara, menghalalkan berbagai upaya dan jalan. Apa yang mereka inginkan, mereka dapatkan. Tanpa disadari waktu berjalan, mereka tidak menyadari bahwa pada akhirnya semua orang harus menghadapi kematian dan apa yang diperopleh di dunia tidak dibawa mati kecuali hati nurani yang bersih, selalu menjalankan perintah dan kehendakNya serta selalu menomor satukan Tuhan, bukan diri sendiri.**