Archive for the ‘Wisdom’ Category

Makna sahabat

Posted: October 27, 2010 in Wisdom
Tags: , ,

Sahabat, betapa pentingnya maknanya, saat kita dalam kesulitan. Seorang sahabat akan berada di sisi, meski orang yang dicintainya dalam keadaan terburuk. Tak ada uang, tak ada kemewahan, dan dalam kesulitan yang mungkin orang lain sudah berpikir untuk meninggalkannya. Coba kamu cek dan pikirkan, siapa terbaikmu saat ini? Mereka yang setia di sisimu, di saat yang lain meninggalkanmu.

Seorang bijak berkata:

”… Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”

Hidup kita akan berarti dengan adanya sahabat di samping kita. Mereka yang membuat hidup ini tidak terasa hampa saat kedukaan melanda. Sahabat menjadi orang pertama yang menyeka air mata kita, saat orang lain tak peduli.

Sebuah ungkapan berkata, “Seribu orang sahabat masih kurang, sementara seorang musuh adalah terlalu banyak”. Dari pepatah ini mungkin kita akan mengatakan ternyata kita masih perlu mencari teman. Selain itu, sebuah syair Arab menulis “Jika kita ingin mengetahui seseorang jangan tanyakan langsung pada orangnya atau kita langsung melihat orangnya, tapi sebaliknya kamu lihat temannya, karena dapat dipastikan temannya itu akan membentuk perilaku seseorang tersebut”.

Nah, siapakah sahabatmu, siapakah teman baikmu? Sudahkah kamu menjadi teman terbaik juga bagi orang lain? Ingatlah sebuah nasehat, ”kalau ingin dapat sahabat, jadilah sahabat!”

Sebenarnya siapa sih yang menguasai hidup ini? Dengan segala jadwal dan kesibukannya, manusia kerap merancang agenda dan rencana kerjanya dalam sehari, seolah tak berpikir, apakah semuanya lancar atau tidak. Seolah tak berpikir ada “oknum” lain yang lebih besar, dan bisa membuat semua konsep supersibuk itu jadi kacau. Karena itu, masih lebih baik mereka yang selalu berucap “Insyallah”, atau “Jika Tuhan mengizinkan”. Karena dengan demikian, manusia jadi sadar, bukan dialah pengendali kehidupan ini.

(more…)

Kesuksesan seorang pemimpin sering ditentukan oleh siapa yang ada di dekatnya. Baik itu suami/isteri, orangtua, ataupun sahabat-sahabat dekat yang menjadi kepercayaan dan berada di lingkaran dalam (inner circle)-nya. Karena ‘bisnis’ seorang pemimpin adalah membuat keputusan dari hari ke hari, maka pemimpin yang baik tak bisa bekerja sendiri. Ia memerlukan banyak nasihat dan masukan orang lain. Semakin positif dan berkualitas nasihat yang diberikan, maka semakin bermutu juga keputusan dan karakter kepemimpinannya.

Seorang bijak bilang:

”… Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.”

 Sudah banyak kita dengar, orang-orang besar jatuh karena nasihat orang dekatnya. Seorang pemimpin besar harus lengser gara-gara terlalu memenuhi hasrat isteri dan anak-anaknya. Ada juga presiden jatuh karena mendengar bisikan tukang pijitnya. Sebaliknya, ada pula pemimpin yang langgeng berkuasa karena punya orang-orang pilihan dari berbagai bidang.

Jadi, siapakah penasihatmu dalam mengambil keputusan. Apakah ia bisa dipercaya, atau justru membawamu ke pikiran yang negatif?

Sukses dalam hidup juga ditentukan faktor dengan siapa kita bergaul. Kalau kita biasa berkumpul dengan optimis, maka lahirlah sifat-sifat positif dalam hidup. Sementara kalau kita bergabung dengan orang-orang yang berpikir negatif, maka sikap kita pun menjadi ikut loyo, dan memandang hidup dalam ketidaksempurnaan.

Seorang bijak berkata,

”… Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.”

Pergaulan bisa menentukan masa depan kamu, karena lingkungan pergaulan akan mempengaruhi pola pikir dan aktivitasmu. Siapa teman bergaul kamu, seperti itulah pola pikir dan aktivitas kamu. Pola pikr dan aktivitas harian itulah yang mencetak masa depan kamu.

Pilihlah teman atau lingkungan pergaulan yang mendukung. Pilih teman yang mampu mensupport kesuksesan kamu, bukan malah sebaliknya. Pilih lingkungan pergaulan yang kondusif untuk cita-cita kamu. Jika ingin menjadi pengusaha, bergaullah dengan para pengusaha. Agar kamu ketularan semangat, ide, strategi kamu. Memilih teman bergaul bukan berarti membatasi diri untuk menjadi eksklusif. Kamu tetap bisa berhubungan dengan siapa saja seperlunya.

Siapakah teman bergaul kamu saat ini, di situlah masa depan kamu. So, pastikan kesuksesan masa depan kamu, dengan berada di dekat orang-orang yang sukses di jalurnya.

Tergoda kaya…

Posted: October 14, 2010 in Wisdom
Tags: ,

menjadi kaya dengan cara yang benar

Hidup di dunia niscaya penuh godaan. Termasuk bagaimana untuk sukses secara materi. Bisa memiliki mobil, rumah mewah, atau harta berharga yang menunjukka keberadaan diri kita secara materi dan finansial lebih baik dari orang lain. Tapi, apakah benar dan baik adanya bila seseorang bisa menjadi kaya dalam waktu singkat? Misalnya lewat lotere/undian berhadiah, atau cara-cara tak layak lainnya untuk bisa memiliki kekayaan secara instan.

Seorang bijak berkata, ”… harta yang cepat diperoleh akan berkurang, tetapi siapa mengumpulkan sedikit demi sedikit, menjadi kaya.”
(more…)

Orang kerap berkata, untuk bisa kaya kita harus banyak berhemat. Untuk bisa punya tabungan dan uang berlimpah, kita harus efisien dalam pengeluaran. Tapi, apakah berarti efisiensi keuangan itu lantas kita menutup diri dari membantu sesama? Benarkah dengan menyimpan rapat-rapat duit kita maka dijamin akan kaya dan sukses secara finansial?

Seorang bijak berkata,

”… Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkah, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.”

Dalam kehidupan ini, kita telah banyak menerima secara cuma-cuma. Jadi, apa salahnya kita juga memberi kepada yang berkekurangan? Simaklah sirkulasi memberi dan menerima saat manusia menghirup oksigen, dan menghembuskan karbon-dioksida, sementara tanaman, menggunakan karbon-dioksida dalam proses fotosintesa, dan membebaskan oksigen.

Proses memberi dan menerima, membuat segala sesuatu di alam semesta ini berjalan, mengalir. Orang-orang jaman dahulu rupanya sangat memahami hal ini. Misalnya uang, alat tukar, dalam bahasa Inggris disebut currency, yang akar katanya adalah bahasa latin currere yang artinya mengalir.

Alkisah ada seorang sufi yang sudah merasa teramat dekat dengan Tuhannya. Suatu hari ketika sedang berjalan, Sang sufi berpapasan dengan seorang yang sangat miskin. Tubuhnya kurus kering, tinggal tulang berbalut kulit yang dibungkus dengan kain compang-camping seadanya. Badan nya tergeletak lemas di pinggir jalan, bibirnya mengering, menandakan sudah lama si miskin tidak mendapat makan. Melihat penderitaan si miskin, Sang Sufi pun berteriak protes pada Tuhan nya: “Ya Tuhan, mengapa Engkau tidak lakukan sesuatu untuk orang ini?”. Sesaat kemudian, terdengar jawaban: “Itulah sebabnya maka Aku ciptakan kamu!”.

Mulutmu harimaumu

Posted: October 11, 2010 in Wisdom
Tags: , ,

Mulutmu harimaumu. Itu ungkapan terkenal agar kita menjaga setiap ucapan yang keluar dari bibir kita. Memang benar. Lidah kita memiliki kekuatan meyakinkan. Bisa untuk menguatkan orang, tapi bisa juga untuk ”membunuh” sesama kita dengan perkataan kita.

Seorang bijak berkata,

”… bibir orang benar menggembalakan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang akal budi.”.”

Ada sebuah kisah menarik tentang selip lidah yang berakibat fatal, sebagaimana dikisahkan oleh motivator terkenal Andrie Wongso. Terjadi pada masa revolusi Perancis beberapa ratus tahun silam. Kala itu, sang jenderal legendaris, Napoleon Bonaparte, saat berperang di Timur Tengah pada tahun 1799 bermaksud akan melepaskan 1200 tentara Turki yang berhasil ditawan Perancis ketika mereka berhasil merebut Jaffa.

Saat itu Napoleon sedang terserang influenza. Maka, ketika ia menginspeksi pasukan, ia sering terbatuk-batuk. Karena penyakit itu, ia kemudian mengumpat “Ma sacre toux” yang artinya “Batuk sialan”. Tapi, perwira pendamping Napoleon merasa sang jenderal mengatakan “Massacrez Tous” yang artinya “Bunuh Semua”.

Akibatnya, seluruh 1200 orang tawanan Turki itu dibunuh hanya karena batuk sang jenderal. Jadi, hati-hatilah dengan ucapanmu… Salah omong, bisa membunuh orang, lho…