Archive for the ‘Inspire Me’ Category

Hanya tinggal hitungan jari tahun 2010 akan kita tinggalkan. Hhhhmmmmm …..apakah Tahun Baru itu berarti gaya baru, harapan baru, kehidupan baru, dan sebagainya.

Tiap orang pasti punya harapan hidup untuk lebih baik lagi, termasuk saya. Hanya saja saya baru tergugah soal transformasi hidup atau mau punya kehidupan baru itu melalui sebuah buku yang baru saya mulai baca semalam. Buku karangan Joyce Meyer terkait dengan Kepemimpian Yang Sedang Disiapkan, baru saya baca sekitar 95 halaman,  saya membaca kalimat-kalimat yang menggugah yang harus saya renungkan di penghujung tahun ini.

Kalimatnya seperti ini,”Bersandarlah kepada Yang Menciptakan kita, Dia mengeluarkan saya dari segala kesulitan, lumpur masalah dan lembah hitam dengan mudah; Dia menempatkan saya di atas batu yang kuat dan kokoh untuk berdiri tegak.”

Saya pun mendapatkan keyakinan dari kalimat itu. Kita bisa kuat, kokoh dan berdiri tegak kapan saja kita mau kalau kita mau bersandar kepada-Nya.

So, menjelang ganti tahun saya berkomitmen untuk membaca satu buku setiap minggu yang bisa memberikan saya sumber inspirasi, kekuatan, harapan yang berbasis tentang Maha-Nya. Saya akan mencatat setiap buku yang telah saya selesai baca dan akan saya jurnalkan sebagai bahan renungan diri.**

Advertisements

Sering kita ragu akan apapun yang menyangkut masalah masa depan yang ada di depan. Kondisi keuangan, kesehatan, cinta, pekerjaan, dan lain-lain. Segala sesuatu yang ada nampak buram dan menakutkan, sehingga kadang kita berpikir, benarkah yang ada di hadapanku itu “Madesu” alias “Masa Depan Suram”. Sesungguhnya, kita harus tetap positif, dan memandang masa depan itu cerah adanya.

Seorang bijak berkata:

”… karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.”

(more…)

Yang benar-benar membuat kita dihargai di hadapan orang-orang besar bukanlah dari mana kita berasal, anak siapa, banyaknya gelar atau seberapa kaya dan seberapa bagus fisik kita. Kita dihargai bila memang mampu menunjukkan pekerjaan dengan baik, dan memiliki kapabilitas yang bisa dihandalkan dalam bidang kita masing-masing. Karena itu, apapun bidangmu, dan sekecil apapun pekerjaan remeh-temeh yang kamu lakukan dalam karirmu, berbuatlah yang optimal di situ.

Seorang bijak berkata:

: ”… Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang yang hina.”

(more…)

Aku memaknai Idul Adha dengan cara yang mungkin sedikit berbeda. Umumnya makna Idul Qurban kental dengan mengorbankan hewan sebagai bagian dari ritual agama yang dilakukan secara berkala, yaitu setahun sekali.

Bagiku, makna Idul Adha tidak secara berkala, bukan hanya setahun sekali, tetapi setiap saat. Apanya yang setiap saat??? Menyembelih hewan trus dibagi-bagikan kepada fakir miskin??? BUKAN! Bukan seperti itu!

Makna berkorban bagiku tidak dalam bentuk ritual agama dengan menyembelih hewan yang kemudian dibagi-bagi. Tetapi aku HARUS MAU mengorbankan GAYA HIDUP demi mengikuti Perintah dan KehendakNYA. Contohnya sih gampang aja, kayak….mengorbankan gaya hidup berpakaian …. ihklas berpakaian yang tidak memperlihatkan lekuk tubuh dan tidak memamerkan bagian tubuh yang dianggap aurat!

Jujur, pake baju ngikutin trend emang mengasyikkan – kan trendy gitu loh. Siapa yang gak kepengen disebut trendy, ngikutin jaman, fashionable or whatever geto. Mungkin orang pikir, aku gak mampu, kere, kampungan, kuper, gak gaul, gak tau mode atau apalah …..

Kalau tahu itu gak dibenarkan ama ajaran keyakinan kita, atau sama Tuhan kita ….. kenapa juga masih kita langgar? Sudah tahu aurat, dan tidak berkenan bagi Tuhan – koq berani sih melanggarNYA?

Well untuk bisa berkenan di hatiNYA emang butuh pengorbanan yang besar, diantaranya mengorbankan gaya hidup itu tadi.**

Aku pernah merasakan hidup yang lelah tak berujung, tidak punya kepuasan apapun padahal untuk memiliki ini itu sangat mudah banget, cepat bosan, hampa dan tanpa arah. Sikon ortu lumayan mendukung sih, selama menjalani kuliah, sudah 4 kali ganti mobil pribadi yang tanpa harus berbagi dengan adik atau ortu. Uang saku yang jumlahnya OK juga cukup deras sehingga menunjang gaya hidup OK juga.

Tapi aku  LOST banget. Kualitas pribadiku bisa aku katakan GAK BERKEMBANG. Pasalnya, bisa dapet ini itu terlalu mudah dan pengaruh relasi ortu kuat banget. Orang di sekitarku menerimaku karena melihat siapa ortuku.

Aku anggap ortuku dewa hidupku, aku ngerasa punya jaminan hidup yang hebat. Suatu saat ortuku cerai. Perceraian ortu tidak merubah level gaya hidup sama sekali hanya saja sikap gamang semakin menguat saat mereka memutuskan menikah lagi masing-masing. Malas ketemu ortu tiri! Sikap malas itu akhirnya membangunkan aku dari tidur nyenyakku. Aku harus menjadi diri sendiri, aku harus berusaha berdiri dengan kakiku sendiri tanpa bayangan jaminan ortu.

Susah banget!! Setengah mati aku berjuang menghapus kekuatan bayang-bayang nama ortu. Aku pun berhasil tapi aku salah langkah.  Aku menganggap diriku hebat. Karirku luar biasa pesat. Aku menikmati kehebatanku sampai aku pun terpuruk lelah oleh diri sendiri. Aku pegang kendali hidupku mati-matian.

Sampai akhirnya aku digugah oleh seorang nenek tua yang berjualan di Pasar Tradisional di Yogayakarta. Waktu itu aku pergi berlibur ke Yogya tanpa tujuan yang jelas. Luntang lantung sampai pergi iseng naik kereta Prameks ke Solo PP juga tanpa tujuan sampai ketemu nenek tua itu di atas kereta. Nenek itu berjualan buah dan sayur dari hasil belas kasih tetangga di sekitarnya demi menghidupi dirinya sendirinya. Tapi dia tak pernah kuatir akan hidupnya yang dimataku tak punya jaminan hidup sama sekali.

Si nenek hanya bilang,”Yang jamin hidup saya adalah Gusti, dia yang punya bumi langit, kalau kamu capek, hidup ndak puas-puas, yah harus balik kepadaNYA ….tanya Dia, apa sebetulnya rencanaNYA buatmu?”

“God directs our steps, so why try to understand everything along the way?”

Love your enemies and pray. Mengasihi musuh dan doakanlah. HUKS … jujur susah dan sebel but aku bisa sampe musuhku memberikan bisnisnya padaku!!

Ini adalah pengalaman pribadi yang unik. Aku dipertemukan seseorang yang bertubuh tinggi kekar yang sama-sama punya bisnis sampingan berjualan. Rupanya orang ini merasa kurang nyaman dengan kehadiranku, merasa ada saingan baru. Pendek kata dia bersikap nyebelin banget.

Aku milih menyikapinya cuek anggap angin lalu tapi tetep ramah dan rajin mendoakan dia supaya gak nyebelin bahkan sengaja diniatin rajin berbagi makanan yang sengaja aku buat. Makanan khas Indonesia yang sangat dia sukai tapi tidak bisa membuatnya.

Seiring dengan waktu berjalan, dia pun perlahan jadi berubah, luluh dan enak diajak ngobrol! Dia sering cerita pengalamannya setiap berkunjung ke Indonesia. Dia aslinya berasal dari Chili dan sama-sama tinggal di Australia.

Hubungan bertetangga saat berjualan pun jadi lebih enak. Sampai pada suatu hari dia mau datang ke rumah berkunjung dan sesuatu terjadi di luar dugaan saat dia datang berkunjung. Pendek kata OMG!!!

Dia sengaja datang ke rumah karena ada maksud. Apa yang terjadi? Real OMG!! Dia memutuskan untuk tinggal di Bali karena memang sangat cinta Bali, dia memutuskan untuk menyerahkan semua bisnisnya yang serupa kepadaku! Menyerahkan secara cuma-cuma tanpa minta imbalan atau perjanjian apapun!! Lebih OMG nya lagi …..dia juga memberikan perlengkapan bisnis, stok, dan kontrak fasilitasnya! Gak sampai disitu …. bahkan jadi mitra di bidang bisnis menyewakan villa pribadi! Saling meminjamkan villa kalo pas butuh akomodasi dan villaku dipakai tamu! 

I can’t believe that till today but ….banyak yang bilang karena aku menyikapinya penuh kasih, jadi Allah membalas kebaikan semua ini. Musuh sekalipun bisa dipakai oleh Allah untuk membuat kita sabar dan berkembang. Katanya, karena aku ngikutin perintah Allah tuk mengasihi musuh, sekalipun! Jadi Allah pula yang atur semuanya ….

OMG ….OMG ….akhirnya, I love my enemies now …hepi deh kini kalo ada orang treat me like enemy padahal kita gak ngajak musuhan juga. Just love them and pray for them, beresssss!! Siapa tahu dikasih bisnisnya lage, he he ….

Susah nggak sih melawan kemalasan dalam diri ini? Diawali dari malas beranjak dari tempat tidur, malas berangkat sekolah, kuliah atau kerja, sampai menunda-nunda PR, tugas dan pekerjaan. Manusia memang hidup dengan otak, dan dengan akal budi itu ia bisa membuat keputusan atau pilihan, termasuk dengan menunda pekerjaan. Tapi, bila keputusan-keputusan yang terus keluar dari diri kita didominasi dengan aroma kemalasan, seyogyanya kita belajar dari hewan yang rajin, yaitu semut.

seorang bijak berkata,

”hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak…”

Semut adalah binatang yang bijaksana. Mereka menyadari bahwa untuk segala sesuatu ada masannya, ada waktu untuk mengumpulkan dan bekerja, serta ada waktu untuk beristirahat. Ketika masa untuk bekerja datang, mereka akan menggunakannya untuk mengumpulkan bekal makanan. Tak satupun dari mereka yang berusaha mencuri waktu untuk bersantai dan bersenang-senang. Karena mereka sadar ketika musim dingin tiba, mereka akan dapat beristirahat di dalam sarangnya yang hangat, semua beristirahat, tidak ada yang bekerja. Mereka makan dan minum, berpesta sambil menanti datangnya musim semi.

Selain itu, sebagai semut, mereka tahu bagaimana hidup dalam bersama dalam komunitasnya. Setiap semut paham akan tugas dan perannya masing masing. Mereka menjalankan tugasnya dengan setia. Mereka tidak perlu dipaksa dan tidak perlu didikte. Mereka tetap bekerja tanpa perlu diawasi. Tiap-tiap semut akan melakukan tugasnya dengan sukarela dan sungguh-sungguh. Penuh kesadaran dan dedikasi yang sangat tinggi. Yang satu tidak iri dengan yang lain. Tidak hanya rajin, semut adalah binatang yang memiliki integritas tinggi.

Wow.. mari kita mengambil inspirasi dari semut pada hidup sehari-hari kita, jauhi kemalasan!