Awas bahaya pujian

Posted: December 13, 2010 in Wisdom
Tags: , , ,

Pujian selalu menyenangkan orang yang menerimanya. Ibarat madu, ia terasa amat manis dan memabukkan. Persoalannya, bagaimana kemudian kita memaknai pujian itu, sebagai sesuatu yang dapat meningkatkan prestasi dan kemampuan kita, atau justru malah menjerumuskan karena membuat kita terlena olehnya. Karena itu, tak jarang, pujian justru dilakukan oleh lawan agar seseorang menjadi mabuk kepayang, lupa daratan, lalu terhempas ke bawah dengan sakitnya.

Seorang bijak berkata:

”Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari itu.”


Usai menang 3 kali di penyisihan Grup A Piala AFF dan tampil mempesona sebagai ”super sub” (pemain pengganti yang berperan besar dalam menciptakan gol), gelandang Arif Suyono banyak mendapatkan pujian. Tapi, pemain asal Malang ini justru menulis dalam akun twitternya, ”Kadang pujian, adalah senjata makan tuan…” Ia sadar, manusia tak cukup hidup dengan pujian, tapi dengan berbagai perbaikan dirinya. Ungkapan senada datang dari komedian sukses, Tukul Arwana, yang selalu menganggap “Pujian sebagai terror” sehingga tidak membuatnya lupa untuk ‘berpijak ke bumi’.

Pujian boleh kita terima, asal jangan lupa diri. Lagipula, ada Sang Pencipta yang lebih layak menerima semua pujian.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s