Dunia saat ini dilanda sindrom unik, yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dapat disingkat sebagai SMS: “Senang melihat orang susah dan susah melihat orang senang.” Mulai dari percakapan sehari-hari maupun berita di koran mengangkat topik besar dengan kegagalan, kecelakaan, dan jarang sekali mengutamakan berita baik. Benar-benar seperti ungkapan, ‘bad news is a good news’. Padahal, apakah sikap seperti itu baik adanya?

Seorang bijak berkata:

”… Jangan bersukacita kalau musuhmu jatuh, jangan hatimu beria-ria kalau ia terperosok.”


Budaya SMS ini harus kita hilangkan. Kita harus belajar mendorong orang untuk sukses, dan turut berduka ketika ada kawan –atau bahkan lawan- kita gagal. Ingat, tertawalah dengan orang yang bersuka, dan menangislah dengan orang yang menangis. Mari kita jalani hidup penuh empati, saling menopang sesama umat manusia ciptaan Tuhan. Maka hidupmu akan terasa begitu indah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s