Jaminan hidup

Posted: November 5, 2010 in Inspire Me
Tags: , , , , , , , , , ,

Aku pernah merasakan hidup yang lelah tak berujung, tidak punya kepuasan apapun padahal untuk memiliki ini itu sangat mudah banget, cepat bosan, hampa dan tanpa arah. Sikon ortu lumayan mendukung sih, selama menjalani kuliah, sudah 4 kali ganti mobil pribadi yang tanpa harus berbagi dengan adik atau ortu. Uang saku yang jumlahnya OK juga cukup deras sehingga menunjang gaya hidup OK juga.

Tapi aku  LOST banget. Kualitas pribadiku bisa aku katakan GAK BERKEMBANG. Pasalnya, bisa dapet ini itu terlalu mudah dan pengaruh relasi ortu kuat banget. Orang di sekitarku menerimaku karena melihat siapa ortuku.

Aku anggap ortuku dewa hidupku, aku ngerasa punya jaminan hidup yang hebat. Suatu saat ortuku cerai. Perceraian ortu tidak merubah level gaya hidup sama sekali hanya saja sikap gamang semakin menguat saat mereka memutuskan menikah lagi masing-masing. Malas ketemu ortu tiri! Sikap malas itu akhirnya membangunkan aku dari tidur nyenyakku. Aku harus menjadi diri sendiri, aku harus berusaha berdiri dengan kakiku sendiri tanpa bayangan jaminan ortu.

Susah banget!! Setengah mati aku berjuang menghapus kekuatan bayang-bayang nama ortu. Aku pun berhasil tapi aku salah langkah.  Aku menganggap diriku hebat. Karirku luar biasa pesat. Aku menikmati kehebatanku sampai aku pun terpuruk lelah oleh diri sendiri. Aku pegang kendali hidupku mati-matian.

Sampai akhirnya aku digugah oleh seorang nenek tua yang berjualan di Pasar Tradisional di Yogayakarta. Waktu itu aku pergi berlibur ke Yogya tanpa tujuan yang jelas. Luntang lantung sampai pergi iseng naik kereta Prameks ke Solo PP juga tanpa tujuan sampai ketemu nenek tua itu di atas kereta. Nenek itu berjualan buah dan sayur dari hasil belas kasih tetangga di sekitarnya demi menghidupi dirinya sendirinya. Tapi dia tak pernah kuatir akan hidupnya yang dimataku tak punya jaminan hidup sama sekali.

Si nenek hanya bilang,”Yang jamin hidup saya adalah Gusti, dia yang punya bumi langit, kalau kamu capek, hidup ndak puas-puas, yah harus balik kepadaNYA ….tanya Dia, apa sebetulnya rencanaNYA buatmu?”

“God directs our steps, so why try to understand everything along the way?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s