Rencana kita atau rencana Dia?

Posted: October 26, 2010 in Wisdom
Tags: , , ,

Sebenarnya siapa sih yang menguasai hidup ini? Dengan segala jadwal dan kesibukannya, manusia kerap merancang agenda dan rencana kerjanya dalam sehari, seolah tak berpikir, apakah semuanya lancar atau tidak. Seolah tak berpikir ada “oknum” lain yang lebih besar, dan bisa membuat semua konsep supersibuk itu jadi kacau. Karena itu, masih lebih baik mereka yang selalu berucap “Insyallah”, atau “Jika Tuhan mengizinkan”. Karena dengan demikian, manusia jadi sadar, bukan dialah pengendali kehidupan ini.

Seorang bijak berkata:

”… Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu.”

Man propose, God dispose. Segala yang kita perbuat, harus kita serahkan pada Tuhan, sebagaimana seorang pembuat proposal menyerahkannya kepada pemilik proyek. Tapi, bukan berarti istilah ”manusia berencana Tuhan menentukan” membuat kita berleha dan menyerahkan semua ini pada destiny alias takdir.

Sesungguhnya yang seharusnya menjadi perenungan
kita adalah apakah kita telah menentukan jalan hidup sesuai dengan
yang direncanakan Tuhan? Atau kita masih sibuk merencanakan hidup kita, dan dengan pasrah mengatakan, biarlah nanti Tuhan yang menentukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s