Siapa penasehat kita?

Posted: October 24, 2010 in Wisdom
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Kesuksesan seorang pemimpin sering ditentukan oleh siapa yang ada di dekatnya. Baik itu suami/isteri, orangtua, ataupun sahabat-sahabat dekat yang menjadi kepercayaan dan berada di lingkaran dalam (inner circle)-nya. Karena ‘bisnis’ seorang pemimpin adalah membuat keputusan dari hari ke hari, maka pemimpin yang baik tak bisa bekerja sendiri. Ia memerlukan banyak nasihat dan masukan orang lain. Semakin positif dan berkualitas nasihat yang diberikan, maka semakin bermutu juga keputusan dan karakter kepemimpinannya.

Seorang bijak bilang:

”… Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.”

 Sudah banyak kita dengar, orang-orang besar jatuh karena nasihat orang dekatnya. Seorang pemimpin besar harus lengser gara-gara terlalu memenuhi hasrat isteri dan anak-anaknya. Ada juga presiden jatuh karena mendengar bisikan tukang pijitnya. Sebaliknya, ada pula pemimpin yang langgeng berkuasa karena punya orang-orang pilihan dari berbagai bidang.

Jadi, siapakah penasihatmu dalam mengambil keputusan. Apakah ia bisa dipercaya, atau justru membawamu ke pikiran yang negatif?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s